Mata Nora terlihat sayu, rambutnya yang pirang kemerah-merahan akibat terkena sengatan matahari itu pun tampak semakin kusut karena Nora tak pernah memikirkan perawatan rambut sebagaimana mestinya. Maklum saja, bocah berusia 12 tahun ini hanya seorang pencari barang-barang bekas di Tempat Pembuangan Sampah (TPSA) Desa Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. selengkapnyaSaturday, April 07, 2007
Nora, Korban Kebusukan
Mata Nora terlihat sayu, rambutnya yang pirang kemerah-merahan akibat terkena sengatan matahari itu pun tampak semakin kusut karena Nora tak pernah memikirkan perawatan rambut sebagaimana mestinya. Maklum saja, bocah berusia 12 tahun ini hanya seorang pencari barang-barang bekas di Tempat Pembuangan Sampah (TPSA) Desa Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. selengkapnyaCatatan Seorang Jurnalis (1)
Serpihan Kebenaran Yang TercecerSudah sekitar tujuh bulan, Muetia menjadi seorang wartawan di sebuah harian lokal terbesar di Banten. Selama itu pula, Muetia banyak menemukan serpihan-serpihan kebenaran yang selama ini tercecer bah kulit kacang yang dibuang sembarangan.
Wednesday, January 03, 2007
Selembut Sutera, Sekuat Baja
Friday, December 01, 2006
Pernak-pernik Kehidupan
Ike Yeni Riyana, salah seorang teman lama saya waktu SMA sering melontarkan sebuah pernyataan kepada saya setiap ketemu ataupun melalui SMS, atau email. “Karnoto sekarang sudah sukses yah,?. Kata Yeyen, nama akrabnya. Pernyataan itu cukup mengganggu dalam alam bawah sadar saya. Dan biasanya langsung sayang tanggapi dengan kata singkat. “Sukses apanya nih,”tanya saya.selanjutnya
Darimanakah Muncul Ide ?
Dalam kehidupan sehari-hari kita disibukan dengan rutinitas yang terkadang sering menjebak kita pada rapuhnya daya pikir dan mrembesnya otak kita dalam kepenatan. Jangankan untuk menyerap ide, mengingat apa yang sudah kita lakukan pun terkadang sering kelupaan. Sisi lain kita masih menanggapi hal itu dengan suatu kewajaran, namun jika hal itu kita biarkan berlarut-larut maka akan mengancam kemampuan kita dalam menelurkan sebuah ide. Kondisi ini harus segera diantisipasi, agar kita tidak menjadi manusia jumud alias primitif.selanjutnya
Friday, November 17, 2006
Wapres Hadiri Haul Syeikh Nawawi
Ribuan warga yang memadati lokasi acara haul Syeikh Nawawi AlBantani yang ke 113 tampak terlihat di sepanjang jalan menuju ke panggung utama. Tampak pula ratusan aparat keamanan berjaga-jaga di pinggir jalan, bahkan pengamanan sudah terlihat sejak dari pintu tol Serang Timur. Keramaian itu menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi. Kemacetan bertambah dengan banyaknya para pedagang yang mengais rezeki dengan memanfaatkan momen yang diadakan setahun sekali itu.selengkapnyaSaturday, November 04, 2006
Peran Sahabat Kita
Sekitar empat tahun yang lalu saya menghadiri sebuah acara pengajian yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus saya. Awalnya saya tidak begitu mengistimewakan dan juga tidak merendahkan, jadi biasa-biasa saja. Namun menjelang penutupan, ada pernyataan dari narasumber yang sempat mengendap dalam alam pikiran saya, dan pernyataan itu hingga sekarang masih teringat dan sering saya ucapkan juga ketika saya berbicaradenganoranglain.selanjutnyaLiburan Di Pantai Bagedur
Beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu (28/10) saya dan dua rekan saya mengunjungi sebuah kawasan pantai di daerah Banten Selatan, tepatnya di Pantai Bagedur, Malingping Kabupaten Lebak. Kami berangkat dari Serang, karena kami menggunakan kendaraan pribadi, maka, perjalanan yang semestinya ditempuh empat hingga lima jam, namun bisa kami pangkas sehingga hanya sekitar tiga jam perjalanan.selanjutnyaSunday, October 15, 2006
Kemenangan Yang Terusik
Keceriaan Antinah, ibu beranak lima ini terpaksa harus tertahan di sela-sela ia melaksanakan ibadah puasa. Pasalnya ia harus mengalihkan perhatiannya kepada pintu gerbang Idul Fitri untuk mengikuti tradisi kebanyakan orang yang menggunakan pakaian baru, buat kue supaya tidak dikatakan ”ingkar” terhadap tradisi.selanjutnyaSunday, September 10, 2006
SAWARNA, WISATA YANG MERANA
Sepanjang jalan menuju desa itu akan terlihat barisan pohon jati yang rapih, di belakang barisan pohon jati terlihat birunya laut karena terkena pantulan dari langit. Desa itu terlihat masih asri dan alami, inilah mungkin yang memancing para pemburu ketenangan atau wisatawan rela menginap sampai satu minggu bahkan sampai satu bulan. “ Pernah ada wisatawan dari Belanda menginap di rumah penduduk sampai satu bulan.” Terang Mustofa, pemuda desa Sawarna yang juga menjadi guide.Udara di desa Sawarna masih sangat alami, kesejukannya terasa oleh kami Tim Jelajah Banten ketika pagi – pagi berjalan santai di pinggiran jalan. “ Udaranya dingin, namun terasa beda dengan udara di kota.” Terang Arif, salah satu tim jelajah Banten. Setelah semalam bergadang dengan seorang kyai yang sedang merintis pesantren salafiah, pagi – pagi kami beranjak untuk melihat – lihat suasan pantai yang sering dijadikan shurving para wisatawan, terutama wisatawan asing. selengkapnya
